6.11.2009

Are you still mine?

Mungkin memang gue terlalu polos dan naif untuk percaya kalau dia masih peduli tentang gue. Terlalu polos dan naif karena sudah berusaha meyakinkan diri sendiri kalau dia masih mengingat-ngingat gue walau hanya sesekali dalam beberapa minggu, mungkin? Karena kenyataan itu yang gue sadari tadi, saat akhirnya gue bertemu kembali dengan-nya setelah hampir 2 tahun (kurang 12 hari) benar-benar tidak pernah bertemu walau tinggal di 1 kota.

Jantung gue berdegup dengan sangat kencang saat gue menatap matanya lagi, berharap dia akan setidaknya tersenyum. Tapi fakta berkata lain. Hati gue sangat, sangat hancur saat tahu dan sadar kalau dia melihat gue akan tetapi tidak mengucapkan sepatah kata pun. Not even a simple smile. Hati gue lebih hancur lagi saat melihat dia datang ke arah gue, menatap langsung ke mata gue namun berjalan begitu saja. Seakan-akan gue ini hantu yang mungkin hanya dengan mengedipkan mata, seketika itu pula lah hantu itu akan menghilang.

Apa mungkin gue berharap terlalu banyak? Gue rasa, iya. Dan karena itu pula lah, tangis gue pun ga bisa gue bendung lagi saat menyadari kenyataan pahit yang baru terjadi itu real; bukan sekedar fatamorgana.

BANGUN, MEL! Dia bukan lagi orang yang sama seperti saat lo pertama berkenalan dengannya. Yang ramah dan selalu senyum saat menatap elo, walau elo tahu elo bukan siapa-siapanya. Dan sekarang, posisi gue sama persis seperti hari di mana gue pertama kali bertemu dirinya. Gue bukan (lagi) siapa-siapa dia. Tapi apa tidak boleh gue berharap setidaknya dia tersenyum?

Hati gue masih terasa sakit setiap gue nge-flashback kejadian yang terjadi kurang lebih 10-15 detik tadi. Dan gue (sangat) tidak suka sakit hati.


T0odles!

6 comments:

Satrya Damarjati said...

sabar dan semoga kmu bisa terima kenyataan depan mata

biarkan seseorang menjadi buta, yg penting kmu jg tidak ikut ikutan buta

anggep aja kejadian tadi itu pancingan untuk kmu membenci dia.
tpi kmu jg tau membenci itu ga baik, jdi jg kemakan pancingan.

klo perasaan kmu msi tetep seperti dulu, itu berarti bagus

kmu seseorang yg mencintai sekitar kmu.
inget kata kata "jdilah dokter", dan dokter bukan brarti hanya menyembuhkan penyakit. tapi ramah dengan org lain.
tanpa peduli orang itu baik sm kmu ato ga, yg penting kmu melakukan yg terbaik. di mata tuhan kamu menang bi.

take care
get well soon

Melinda S said...

ntah knp ak g bs njing yg 100% membenci dia, krn km jg taulah alasan knapa dia berubah spt itu kan? insya Allah dia bs brubah dan prasaan benci perlahan2 bs terhapuskan, amin!

iya syg, makasih bgt ya :)

km take care jg, good luck ujiannya :)

dela said...

ayo..
semangat..
girl power!!!!!!!!!!

punyatara said...

meliiiiiiiiiiiiiiin! sudah lama kamu tidak blogging deh. ini ttg siapa mel, siapapun dia kok kayaknya "dingin" banget ya.

Melinda S said...

@ dela: thank you dela :D

Melinda S said...

@ tara: iyaaa, kmrn smpt bosen banget dengan laptop dan stuck ide mau nulis apa hihihi. skrg pun msh begitu hiks :(

ttg siapa nya private tar, tp alhamdulillah dia udh ngejelasin kenapa dia sedingin ini. insya Allah yg dia ucapkan itu yg sesungguhnya, amin... krn kl ga, yaudah... sakit hati lg hee.