4.14.2009

maafkan aku...

Gw lg bingung dengan sesuatu. Sesuatu yg dimulai karena ketidak-bisanya gue menolak kuasa hal itu untuk datang ke badan gue. Sesuatu itu kini menjadi sebuah virus atau wabah yang menyebabkan badan gue untuk tidak dapat menolak atau pun mengindar saat sesuatu itu menyakiti badan gue. Dan sesuatu itu sangat sering menyakiti badan gue. Menggerogoti perlahan-lahan dinding-dinding pertahanan yg gue miliki, yg sudah gue benahi dengan apik.

Sayangnya, gue terlambat menyadari kesalahan gue. Maka dari itulah diri gue skrg hanya bisa berpasrah diri pada yg di Atas, memohon segala petunjuk agar gue bisa sesegera mungkin sembuh dari wabah atau virus ini.

Seorang teman gue berkata, atau lebih tepatnya menyarankan, untuk gue sesegera ke dokter dan menyembuhkan virus ini biar sesegera mungkin hilang agar tidak terlalu terlambat. Tapi ntah kenapa gue menjawab "Ntar ah, biarin aja dulu. Siapa tau virus ini ga berbahaya buat diri gue, gue ga akan tau ini berbahaya kalo blom gue liat di masa nantinya kan?" lalu ia pun hanya menjawab dengan pasrah "Yaudah, coba aja dulu..." lalu gue pun tersenyum.

Dan sekarang, sekarang gue hanya bisa berdiam diri termenung membayangkan segala keputusan yang telah gue ambil. Enggak, gue sama sekali enggak mengatakan kalau gue menyesali keputusan gue. Nope. Gue justru bersyukur atas segala tindakan yg telah gue putuskan untuk lakuin, karena tanpa pengalaman dari sebuah kesalahan di masa lalu kita tidak akan pernah belajar bukan? Dan skrg gue bljr, ternyata virus itu bermacam2 ya. Ada yg baik untuk kesehatan, ada pula yg buruk. Ada yg menyebar dengan cepat, ada yg perlahan2 tapi lebih mematikan.

Tapi gue sekarang sedang dalam proses penyembuhan. Yup, gue akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran teman gue di atas dan pergi ke dokter. Karena gue ingin dengan sesegera mungkin sembuh. Iya, gue memutuskan untuk melepas virus ini dari badan gue. Karena gue udah tidak merasa sanggup lagi. Gue udah terlalu letih dengan segala efek samping dari virus ini, badan gue udah lemah. Habis sudah segala antibodi badan gue. Virus ini terlalu kuat. Gue udah mencoba bertahan, tapi semua manusia mempunyai batas kesabaran dalam bertahan akan sesuatu bukan?

I've reached my limit, now I'm letting go.

T0odles!

11 comments:

Dhandhy Hilwandra said...

Kaaamuuuu knapaaaaa nduuuuuull???????

Melinda S said...

aw aw kmu perhatian yaa hiks aku terharu :'(
andaaaai seseorang bisa kyk km

ini krg lebih rangkuman dr yg aku pernah curhat ke kamu mo, seorg tmn itu kan kamu mo haha :D

cman in this post, aku mengalihkan smua perkataan jd g frontal.. g scara lngsg, hee (;

Dhandhy Hilwandra said...

iya dong
sbagai kembran yg baik
haha

oohhh
jdi pake kata2 kamuflase ya
hehe
ak kira kmu sakit beneraann ndul

Melinda S said...

asiik
muah muaaaaaaaaaaaah xoxo

yoa yoi
brarti kata2ku bnr2 kamuflase kan? km sndiri smpe g ngerti sblm aku jelasin kaaaan? yaaaaaay berhasil, berhasil! :D

punyatara said...

lah melin, sakit apa? virus apa?

Melinda S said...

hhaaahahahahahaahhahahahahaah aah tara masa ga ngerti mksd kamuflase apaaaaaa?

punyatara said...

ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooh!

ini cuma perumpamaan doang ya? yakan?

Lalla said...

semangat mel! *komennya gitu doang lg hahaha*

Melinda S said...

@ tara: iyyyoooooooa yoi ;)

Melinda S said...

@ lalla: nyaaaaaaaaw :3 makasih lalla

toni chua said...

"Karna memang kita takkan pernah tahu
apa yang akan terjadi nanti..
Biarlah yang kita tahu hanya bahwa
kita harus coba maknai hari ini
dan biarlah esok menjadi misteri"

Tetep semangat melin...
ciayou ^.^