5.15.2009

overexposure?

sedih ku tahu kini perasaanmu kepadaku
sedih saat kau tak yakin kepadaku
akan cintaku
jalan berliku takkan membuatku
menyerah akan cinta kita
tatap mataku dan kau akan tahu
semuanya yang ku rasakan

reff:
aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu
sesering kau coba tuk mematikan hatiku
takkan terjadi yang aku tahu kau hanya untukku
aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku
yang aku tahu kau hanya untukku

tatap mataku dan kau kan tahu
semuanya yang ku rasakan

*repeat reff*

oooww

aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku
yang aku tahu kau hanya untukku


Aku Bertahan by Rio Febrian.


Anjrit, gokiil! Dalem abis nih lagu, wow :O

Gue pertama kali dengerin lagu ini ga terlalu ngeh amat sama liriknya, cuma berkali2 gue dengerin (di radio -_-) dan akhirnya tadi gue pun memutuskan untuk ngedownload dan WOW, gw sangat terkesima sekali membaca liriknya

Pernah ga sih lo ngerasa sayaaaaang bgt sama 1 orang, padahal lo tau orang itu ngga sayang sama lo? Padahal lo tau, cinta lo hanya bertepuk sebelah tangan? And yet, lo tetep yakin akan pendirian lo kalau cinta lo suatu saat nanti akan terbalas, somehow.
Gw pernah, dan gue sampai sekarang ntah kenapa masih merasakan hal itu. Walau yaa, enggak sekuat dulu. Tapi ya, gue sadar diri lah... Buat apa maksain kehendak gue misalnya yang bersangkutan tidak merasakan hal yang sama? Egois kan namanya kalo gue tetep aja maksain? Besides, life is about moving on forward bukannya stuck di satu titik aja, bukan?

Dan gw menemukan salah seorang teman gue yang sedang mengalami hal seperti Rio Febrian.

Anggap nama oknum itu Miki, laki-laki. Dia lagi sayaaang bgt sama 1 cewe yang sayangnya tidak terbalaskan, anggap si cewe bernama Anya. Nah, Anya ini sayangnya tidak merasakan apa yang dirasakan oleh Miki, akan tetapi Miki tetep kekeuh akan pendiriannya untuk mengejar Anya dan dia sangat PEDE skali kalo suatu saat Anya akan jatuh ke pelukannya. Tapi, bad luck untuk Miki dia kurang cepat mendekati Anya. Anya keburu 'dijambret' oleh Surya. Mereka berdua pun cocok, dan akhirnya jadian. Namun sayang oh disayang, Miki salah memilih waktu untuk mengatakan soal perasaannya ke Anya; dia bilang itu waktu Anya udah jadian sama Surya dan saat itu Anya pun menjadi bingung mau milih siapa. Karena dia suka juga ke Miki, namun hanya sebatas suka fisik. Tapi saat itu Anya berpikir kalau dia pasti bisa merasakan rasa sayang seiring berjalannya waktu dia menghabiskan waktu bersama Miki, namun dia salah. Sampai suatu ketika, karena sifat posesif Miki yang berlebihan dia pun memaksa Anya untuk memilih antara dia atau Surya. Dan dalam hati Anya yang terdalam dia tau dia salah telah memberi lampu hijau yang berlebihan untuk Miki, dan dia akhirnya melepaskan keduanya. Dari pada milih salah satu tapi akhir2nya berantem? Karena sebenernya Miki dan Surya pun berteman.

Tapi skrg Anya baru sadar kalo dia sebenernya lebih sayang ke Surya dibanding Miki, dan kurang ajarnya Anya dia masih terus2an deket sama Miki walau setelah kejadian itu dia dan Miki agak renggang. Sampai sekarang pun Anya masih melakoni apa yang terjadi seperti gue ceritain di atas, karena sampai saat ini Anya masih belum mau terikat oleh siapa pun. Jadi dia mencoba untuk menjalani saja, tanpa ada beban atau goal. Dia lebih baik sendiri, karena dia sedang ingin membenahi perasaannya yang sempat kacau balau.

Gue ga tau kenapa gue nge-share cerita temen gue di atas, mungkin buat ngasih tau ke elo biar ga ngelakuin hal yang sama kyk dia kali ya? Karena gue pun jadi belajar banyak sekali dari cerita teman gue tersebut.

Gw sadar, yang namanya cinta itu sangat tidak bisa dipaksa
Gw sadar, semua hal di dunia ini butuh proses dan proses tersebut sangat tidak bisa dikira-kira akan makan waktu berapa lama
Gw sadar, ketika lo menyukai seseorang... Elo musti ngedefine dulu perasaan suka lo itu suka fisik atau suka personality dia, seperti waktu itu gue sempat komen di blog Kanira dan di situ gue berpendapat jujur kalau gue lebih sering menyayangi seseorang karena personalitynya, bukan karena tetek bengek lain. Yah, bisa dibuktikan oleh perkataan Rio yang "Kamu tuh ternyata yah kalau sayang sama orang itu ya bener-bener sayang, bkn karena tetek bengek lainnya". Gw pribadi, bukan bermaksud nyombong, tapi itu kenyataannya. Setiap gue ditanya orang "Kenapa sih lo bisa jadian sama ini, itu..." jawaban gue pasti "Tau deh, ga ngerti gue" dan orang biasa berkata "Itu namanya lo bener2 cinta", karena setahu gue... Cinta tidak butuh alasan kenapa itu terjadi, unlike any other reaction that happens surrounding us.

Moral yang gue dapet dari cerita temen gue:
1. Define your feelings towards someone before you do anything further with them
2. Do not ever give a shiny light (whichever color) sebelum menjalani sama orang itu, we won't trip over unless we step forward right?
3. Jangan terlalu berharap lebih saat lo masih dalam proses PDKT, karena harapan lo yang berlebih akan mempengaruhi the way u treat them
4. Ungkapkan perasaan lo sedini mungkin. Urusan diterima/ditolak/dicacimaki/dll itu belakangan, yang penting lo ungkapin daripada lo nyesel ternyata lo telah melewatkan suatu kesempatan?

What about you? Moral apa yang lo dapet dari cerita pendek yang gue tulis di atas? :)


T0odles!

10 comments:

Kanira Supono said...

gue blom pnh sih mel punya situasi kaya Anya itu. Tapi nilai moral yang gue dpt dari ceitanya Any, jangan ngasih harapan terlalu banyak sama orang yang kia ga suka. Kalo ga suka bilang aja ga suka atau ga usah balesin sms2nya daripada ntr dikiranya kita ngasih lampu hijau terus si cowoknya ke-gr-an. Iyaa kaan?

Satrya Damarjati said...

Wow i know that stories :) semua orang mgkin pernah ngerasain itu, trmsk ak.
Disaat itu mgkin kerasa klo diri kita mencoba mempunyai pendirian untuk memilih tp sayangnya smakin dicoba smakin tidak rela. Sampe akhirnya waktu dan kejadian yg bertindak.

punyatara said...

ah meliiiiiiiin! aku suka postingan ini, sangat mengena. been there done that. hueheuheue.

tandodol said...

moral gua sih... love is about destiny (kebanyakan nonton slumdog millionaire)

Melinda S said...

@ kanira: iyaaa, betul skali! tp bagaimana kalo awalnya dia sempat mengira dia suka, tp ternyata tidak stelah mengenal lebih dalam? bkn salah anya jg bukan? dia kan hanya mencoba menjalani, hasil akhirnya ya hasil dr proses menjalani tersebut bkn? :)

Melinda S said...

@ rio: i've never been in that situation tho, haha.
yup, u're 100% right. smakin dicoba, smakin tidak rela. haha bener bgt.
emg bener ya kata km, terkadang emg kt cm bisa nunggu aja smpe waktu yg bener2 ngasih kt jawaban atas semuanya. haha

Melinda S said...

@ tara: aaww taroo, thank youuu :)
pernah yaa? waduuhh, bhehe :D

Melinda S said...

@ tando: jaaaaah bahasa lo ndooo, berat cuuuii! :D thank u ndo

mellovegood said...

kalo gue ya mel, gue pernah sayaaang banget sama orang tapi karena urusan ini itu blablabla dan banyak juga yang menghalangi.. diem aja gue mel, membiarkan perasaan sayang gue itu hilang seiring waktunya.

lagipula masih seumur dini juga gue, cinta bisa kita dapatkan dimana saja, kapan saja, tidak hanya dari satu orang itu saja. jadi yaaa enjoy your lovelife :D

Melinda S said...

@mellovegood: stuju :)